KETIKA PEMUDA BERDAKWAH (1)


ketika anak muda berdakwah

ketika anak muda berdakwah

Senang hati ini bisa menyapa sahabat lagi, ditengah-tengah kesibukan saya kuliah dan bekerja. Entah apakah benar sibuk atau saya ini sok sibuk. Orang jika menjadi saya mungkin akan mengeluh capek. “Kerja sambil kuliah itu capek” mungkin anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Karena saya sendiri tidak merasakan rasa capek itu. Mungkin karena saya mengambil kuliah Sabtu & Ahad bukan kelas malam. Maaf kalau saya berbicara panjang lebar mengenai diri saya. Tp beneran sahabat curhatan saya ada hubungannya dengan apa yg akan saya share nanti. Jadi mohon sahabat bersabar membaca “uca-uca” saya ini.

Dulu saat saya sekolah saya pernah memiliki pandangan bahwa dakwah itu angker. Dakwah itu serem. Dakwah punyanya ust & kiai aja. Bukannya memang pekerjaan mereka itu?. Begitu acuhnya saya sampai tidak ada fikiran sama sekali untuk terlibat dalam perkara ini. Bahkan ketika saya di tunjuk sebagai ketua ROHIS di sekolah, saya pun menolaknya. Tapi akhirnya saya tetap di posisikan sebagai wakil ketua. Dalam perjalanan saya mengemban amanah, saya melakukannya setengah hati, sehingga jarang sekali saya mengikuti rapat. Sekarang saya menyesal dan ingin menularkan penyesalan saya lebih cepat kepada sahabat sebelum terlambat. Saya selalu berucap dalam hati “kenapa saya terlambat mengarungi jalan ini?, jalan orang orang yang dimuliakan oleh Allah SWT”. Apa sahabat tidak ingin melalui jalan yang sama?

Kenapa hal itu bisa terjadi? Saya rasa karena kita tidak memiliki alasan untuk melakukannya, tdk memiliki tujuan, visi dan misi atau memiliki tujuan tetapi Dakwah itu tdk ada hubungannya dengan tujuan egois  yg sahabat miliki. Kenapa saya sebut egois? Saya bisa tebak bahwa tujuan hidup sahabat hanya untuk kepentingan sahabat sendiri, atau paling tinggi untuk kepentingan keluarga. Semoga sahabat bukan termasuk orang yang seperti itu.

Lantas tujuan hidup yang sebenarnya itu apa? apapun cita-cita dan tujuan hidup yang dimiliki, yang terpenting adalah baik untuk diri sahabat sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, Negara bahkan kalau bisa dunia. Negara dan Umat saat ini sedang membutuhkan tenaga-tenaga para pahlawan dan pahlawan itu adalah sahabat. Saya mengingatkan disini bahwa tidak ada sedikit pun niat saya ingin menggurui sahabat, tujuan saya hanya satu yaitu agar sahabat semua menjadi manusia terbaik. Semoga sahabat sadar & tidak egois. Manusia yg terbaik adalah yg paling banyak memberikan manfaat untuk orang lain.

Mengapa kita harus bermanfaat untuk orang lain dan apa korelasinya dengan Dakwah???

–Bersambung… ke KETIKA ANAK MUDA BERDAKWAH (2)

 

Salam Cinta Dariku..
@rizkyanpratam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s