Interview dengan Yukka Harlanda – Owner Brodo Footwear Bag.1


downloadBagaimana menciptakan filosofi branding?

Kita sadar barang yang kita jual adalah komoditas, maksudnya komoditas yaitu semua orang bisa bikin. Bukan hanya Indonesia aja bahkan orang luar negeri juga bisa bikin ini produk *sepatu. Agar produk kita lebih disukai customer harus punya nyawa atau soul.

Di Indonesia ini, ehh bukan bahkan di Bandung aja setiap bulan bisa muncul brand sepatu kulit pria baru. Maka terpikirlah apasih yang dapat membuat produk kita unggul dari yang lain. Ok, kita harus masukin nyawa nih di produk kita. Nahh berangkat dari situ nyawa nya ini harus di ceritakan dan dikomunikasikan secara disiplin dan berulang ulang kali terakumulasi.

Jadi salah satu insight nya untuk membangun branding itu gak bisa instan, butuh waktu, butuh ditanam dan butuh dirawat baik-baik.

Jadi sekarang pertanyaannya,, bagaimana agar bisa seperti itu?

Tips paling simple pertama, kembali lagi kepada seluruh tips untuk memulai bisnis yaitu kembali lagi ke passion. Passionnya apa sih, terus cari story nya. Apasih yang bisa membuat produk kita ini menarik dan berbeda dibandingkan produk-produk yang lain. Untuk pengalaman brodo, kita tau latar belakang kita sangat sangat jauh dan berbeda. Saya jurusan teknik sipil tapi jualan sepatu.  Teknik sipil dengan bisnis itu kan sangat kontras. Jutsru bagi kita itu anggle yang menarik untuk kita angkat. Wahh ini salah satu perbedaan kita dari temen-temen yang lain, jadi kita angkat aja cerita ini dan kita masukkan lagi cerita-cerita yang lainnya yang semakin hari menambah value dari brand BRODO ini sehingga bisa makin kaya.
kita cek lagi apa ya yang bisa kita angkat untuk BRODO, oh ya kebetulan founders nya BRODO dua dua nya cowo,, jadi kita masukin lagi nyawa gentle men. Dan itu selalu kita ulang dari pertama kali BRODO muncul 2010 sampai sekarang gak pernah gak ada kata Gentle men disetiap interaksinya.

Jadi orang terbangun setiap ada orang yang nyebut BRODO, kebayang wah ini produk cowo gentle men. Nah itu menurut kita bukan karena kita pinter atau apa, tapi karena kita disiplin aja dalam memasukkan nyawa ini, berulang-ulang dan juga gak dibuat-buat harus tulus. Soalnya masing-masing individu ini didunia punya cerita yang berbeda dan gak mukin ada yang sama, pasti berbeda. Kembarpun berbeda ceritanya. Jadi itu yang dijadikan kelebihan. Bukan malah terus ahh ingin seperti ini, kita ikut ikutin ahh.

Itu bisa jadi inspirasi, cari ceritanya. Cari cerita yang bener bener bisa dimasukin. Nah disitulah mulai masuk nyawa itu kedalam produk produk yang akan kita jual.

by inspira books (Ensiklopedia RBO)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s