Melawan Tradisi part.1


Ada ujian hidup yang sulit dihadapi yaitu ketika tradisi menghalangi jalan kita.
Ketika tradisi menjadi penghambat untuk kita melangkah, ketika tradisi tidak sesuai dengan pemahaman kita, ketika tradisi terbantahkan oleh ilmu baru yang muncul.
Dapat kah kita melawan tradisi itu?
tradisi yang telah lama melekat di masyarakat dan menjadi keyakinan yang kuat. sulit memang untuk dibantah, oleh karena itu jarang sekali orang dapat melaluinya. Dibutuhkan pemahaman dan keyakinan yang kuat terhadap nilai-nilai baru yang ingin ditumbuhkan.
Itulah yang terjadi ketika islam disiarkan di mekkah pertama kali dan ditentang oleh kaum quraisyi karena di anggap sebagai penghianatan terhadap ajaran nenek moyang, maaf jika terlalu tinggi mengambil contoh ketika islam diperkenalkan pertama kali, namun setidaknya itulah yang terjadi jika melawan tradisi nenek moyang.

saya tidak mau menulis tentang ideologi melawan tradisi, karena terlalu berat buat saya. saya ingin menulis sesuatu yang lebih kecil lagi yaitu tradisi bahwa “seseorang yang baru lulus sekolah atau sarjana sudah sepantasnya melamar kerja di perusahaan terbaik”.
kenapa saya ingin membahas tema ini?
pertama, karena ini blog saya ya suka-suka saya mau nulis apa ^^ hehe
kedua, karena saya sedang memikirkan ini dan mengalaminya, lebih tepatnya saya sedang ingin melawan tradisi ini. kenapa saya sebut ini tradisi?
coba saya tanya sobat yang mungkin saat ini sedang kuliah atau SMK kelas 3. setelah lulus nanti mau apa?
atau untuk sobat yang baru saja lulus kuliah, apa yang saat ini sobat siapkan? apa sobat sedang mempersiapkan beramplop-amplop lamaran?
satu contoh lagi, ketika sobat bertemu orang baru, apa yang mereka tanyakan? “kamu sudah kerja atau sekolah?” bukan begitu pertanyaannya? kenapa jarang sekali yang bertanya “saat ini aktifitasnya apa?, kuliah, kerja, berdagang atau bisnis?” pasti jarang sekali yg menyebutkan 2 aktifitas terakhir ^^ ya kan?
itu menunjukkan bahwa bekerja disebuah perusahaan sudah menjadi tren, budaya atau tradisi yang melekat kuat di masyarakat Indonesia. itu kenapa angka pengusaha di negara kita kecil.
Tradisi ini bukannya buruk. tidak sama sekali. selama niat kita baik mencari nafkah untuk diri kita dan keluarga dengan cara yang halal nan diridhoi Allah SWT, bekerja diperusahaan sah sah saja. justru kalau niat nya seperti itu sangat lah baik.

Cuman please.., pahami bahwa generas 90’an itu berbeda. mereka lebih mementingkan kualitas hidup dan keluarga. mereka ingin bekerja sesedikit mungkin dengan penghasilan sebesar mungkin. loh kok bisa? males dongg. Hukum dasarnya kan seharusnya bekerja semakin banyak semakin banyak pula uang yang didapet, jangan ngomong begni ya klo masih karyawan. karena karyawan kerja sekeras apapun tetep gaji bulanannya segitu-gitu aja. kecuali bekerja dengan waktu yang lebih lama dari jam normal itu lembur,tapi sekali lagi kita orang atau robot?

kerja harus cerdas, kerja keras saja tidak cukup untuk menjadi kaya. harus kerja cerdas, kerja cerdas itu bukan hanya pakai otot tapi pakai otak dan perasaan. lanjut ke part 2 ya.. mau sholat isya’ dulu ^_^

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s